SANG PETUALANG

SANG PETUALANG

Kamis, 31 Maret 2011

Seorang pendaki Gunung Lawu hilang


MAGETAN, KOMPAS.com - Seorang pendaki Gunung Lawu di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah, dinyatakan hilang sejak melakukan pendakian pada Jumat (25/3/2011) lalu, akibat cuaca buruk yang melanda kawasan setempat.
Ketua Tim SAR dari Satuan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Kabupaten Magetan, Andre Hariyanto, Kamis (31/3/2011) mengatakan, pendaki yang hilang tersebut bernama Otok Supriyadi (27), warga Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
"Berdasarkan informasi yang ada, korban mendaki seorang diri. Korban berniat melakukan pendakian selama dua hari, namun karena diduga cuaca buruk, akhirnya tersesat," ujar Andre Hariyanto, kepada wartawan, di Pos Pendakian Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Menurut dia, dua regu Tim SAR gabungan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah telah diberangkatkan untuk mencari korban sejak Rabu malam. Dua tim ini mencari melalui dua jalur pendakian, yaitu satu tim berangkat melalui jalur pendakian Jawa Timur di Pos Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, sedangkan tim lainnya berangkat dari Pos Pendakian Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah.
Namun, hingga Kamis pagi, keberadaan korban masih belum ditemukan. Tim SAR yang telah berhasil turun, terpaksa bertahan karena cuaca buruk yang sedang melanda kawasan Gunung Lawu, sejak beberapa hari terakhir.
"Kemungkinan bisa selamat sangat kecil. Hal ini dilihat dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda Gunung Lawu sejak seminggu terakhir," kata salah satu anggota tim SAR dari jalur Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, Nuryanto.
Sementara, keluarga korban mengaku sudah pasrah dengan keadaan korban yang saat ini belum ditemukan. Pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian, begitu mengetahui korban tidak pulang sejak beberapa hari terakhir.
"Kami telah melaporkan kejadian ini pada kepolisian. Kami juga berharap bantuan dari pihak-pihak terkait untuk menemukan korban, apapun kondisinya," kata salah satu anggota keluarga korban yang ikut menunggu proses pencarian di Pos Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Agung.

Kamis, 24 Maret 2011

Single Rope Technique (SRT)

Single Rope Technique (SRT)


Single Rope Technique (SRT) adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System.
Teknik yang lain adalah: rope walker, Texas Rig, jumaring, Mitchele System, floating cam system.
Sistem frog rig menggunakan alat:
  1. Seat harness, dipergunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah: bucklet, avantee, croll, rapid, dan fractio.
  2. Chest ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR.
  3. Hand ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya foot loop dan cows tail.
  4. Descender, dipergunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender: Capstand (ada dua macam: simple stop dan auto stop), whaletale, raple rack (ada dua macam: close rack dan open rack), figure of eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.
  5. Mailon rapid,ada dua macam Mailon Rapid (MR), yaitu: Oval MR untuk mengaitkan Chest Ascender kepada Delta MR. Delta MR sendiri adalah untuk mengkaitkan dua loop seat harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti descender berikut karabiner friksinya dan cowstail.
  6. Foot loop , dicantolkan ke karabiner yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki. Ukuran dari foot loop harus tepat seperti gambar diatas. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending di pitc-pith yang panjang
  7. Cows tail, memiliki dua buat ekor. Satu terkait di hand ascender, dan satu lagi bebas, dipergunakan untuk pengaman saat melewati lintasan-lintasan intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.
  8. Chest harness,untuk melekatkan chest ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, atau pada saat melewati sambungan tali. Chest harness lebih baik jika dapat diatur panjang pendeknya (adjustable), sehingga memudahkan pengoperasian, terutama apabila terjadi kasus dimana chest ascender terkunci di sambungan atau simpul, atau pada saat rescue.


SRT Set
(Gambar dari katalog Petzl )
Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.
  • Melewati intermediate anchor
  • Melewati deviation anchor
  • Melewati sambungan tali
  • Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali.
  • Meniti tali dengan medan slope (miring) 

  •       Ascending2
     Ascending
    ((Gambar dari katalog Petzl) 
    Gerakkan telapak kaki untuk menjepit tali dengan telapak kaki. Cara pertama adalah menjepit tali menggunakan bagian dalam pergelangan kaki dengan bagian luar telapak kaki. Cara kedua adalah menjepit tali dengan kedua telapak kaki ketika melakukan gerakan berdiri. Ketika mengangkat kedua kaki, kedua telapak kaki dibuka.

     
     Descending
     Descending
    (Gambar dari katalog Petzl )
     PERHATIAN:
  • Latihan ini harus dilakukan mengunakan peralatan yang mutu dan kekuatannya memenuhi standar
  • Latihan harus dibawah pengawasan oleh ahli.
  • Berlatihlah pada ketinggian yang tidak terlalu tinggi.
  • Cegahlah latihan yang dapat merusakkan alat: membebani alat melebihi beban normal, beban dengan arah abnormal, menggunakan alat tidak sesuai dengan manual book-nya.
  • Latihan yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat alternatif, harus masih dalam tingkat aman.
  • Pernah melakukan latihan teknik tertentu bukanlah jaminan bahwa kita sudah menguasai teknik tersebut.
  • Berlatihlah satu teknik sampai lancar tanpa hambatan dan kesalahan sebelum berlatih teknik yang lain.
  • Berlatihlah dengan selalu ditemani oleh orang lain yang juga memahami SRT.
  • Berniatlah berlatih untuk menolong orang lain dan diri sendiri.
  • Hindarilah terjadinya kecelakaan di gua untuk orang lain maupun diri sendiri.
  • Saya mempunyai teman yang takut ketinggian, namun akhirnya dapat mengalahkan rasa takut itu, dia sudah berani menuruni medan-medan vertikal dengan kedalaman 50 meter dalam berbagai medan. Namun harus dengan penyesuaian diri yang intensif dan sungguh-sungguh.
  • TEKNIK PENELUSURAN GUA HORIZONTAL

    TEKNIK PENELUSURAN GUA HORIZONTAL


    Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong - lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.

    a. Lumpur.

    Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.

    Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.

    b. Air.

    Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.

    Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.

    Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.

    Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.

    Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING (  kepala menengadah ). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.

    Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air ( sump, siphon ). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati - hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.

    c. Climbing.

    Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik - teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya denganSRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :

    * Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
    * Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
    * Sungai besar atau danau yang dalam.
    * Pemasangan rigging pada waterfall.
    * Menghindari calcite floor atau oolith floor.

    PERALATAN UNTUK CAVING

    PERALATAN UNTUK CAVING

    Caving atau susur gua memerlukan peralatan yang sangat terjaga kemampuan kondisi fisiknya. Dalam arti kuat dan tangguh dalam menjaga raga kita. Harga tentunya sepadan dengan kemampuannya, jika memang kamu penggiat susur gua sejati. Karena gua mempunyai kondisi dan medan yang sangat lain dengan kondisi alam lainnya. Medan lumpur, tumpukan batu ( boulder ), air terjun, lorong sempit, lorong yang rendah, dan terutama sekali karena kondisi gua yang selain gelap gulita. Peralatan di bagi menjadi dua, yakni untuk personal dan team.
    1. Personal Equipment

    a. 
    Helm Speleo
    Helm yang khusus, yang kuat ( memenuhi standart atau ISO ) dan setidaknya di uji coba dulu, punya bagian yang berupa pita yang adjustable digunakan untuk mengikatkan helm pada kepala kita.

    b.
    Boom.
    Berupa tabung yang di hubungkan dengan sebuah slang ke 
    helm. Terdiri dari dua bagian, tabung alas berguna untuk menampung air yang di lengkapi dengan regulator saluran gas dan lobang tempat pengisian air. Tabung bawah di gunakan untuk mengisi karbit.

    c. 
    Alat penerangan
    Penerangan di sini ada macam :
    elektrik ( senter, headlamp dan sejenisnya ) dan non elektrik ( karbit, lilin dan sejenisnya )

    d.
    Cover all
    Merupakan pakaian khusus yang modelnya itu nyambung ( baju dan celana ) atau baju kodok atau baju kaya model bengkel - bengkel atau baju lab…hehe
    Nah kalau untuk bahannya bisa dari kaya baju kodok, baju bengkel, baju lab dan bisa dari parasut ( melindungi dari air, panas, guano ).

    e.
     Sepatu
    Untuk sepatu setidaknya yang model atau bahannya karet ( tahan air ) karena untuk menghindari air didalam goa dan guano. Tetapi kembali lagi dengan medan di goanya sendiri. Yah pertimbangkan saja, karena setiap sepatu atau alat punya kelebihan dan kelemahan.

    f.
     Sarung tangan
    Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas karena gesekan tali ataupun melindungi tangan dari gesekan dengan dinding gua yang tajam dan kasar.

    g. 
    Pelampung

    h. 
    SRT set
    Peralatan ini menjadi peralatan pribadi untuk efisiensi tenaga dan efektifitas penelusuran, karena beberapa peralatan yang ada disesuaikan dengan tubuh pemakai.

    a. 
    Seat harness.

    Di gunakan untuk mengikat tubuh yang di pasang pada pinggang dan paha, macam dan bentuk seat harness yang biasa di pakai adalah
    Avanti
    Croll
    Rapide
    Fractio
    b. Ascender

    Peralatan ini di gunakan untuk naik atau memanjat lintasan ( tali ). Ascender dibedakan menjadi dua, yaitu hand ascender yang digunakan untuk dipegang di tangan dan 
    chest ascender yang di gunakan untuk di ikatkan di dada. Macamnya yaitu :Hand jummar
    Croll
    Basic jummar
    Jumar

    c.
     Descender

    Digunakan untuk memuat lintasan( tali ), ada banyak descender yang di gunakan
    Capstand : simple stop descender ( bobin / non auto stop ) dan auto stop descender
    Whaletail, biasa digunakan para caver di Australia.
    Rack : Open dan Close rack
    Figure of eight
    d.Mailon Rapide ( MR )

    Ada tiga macam, yaitu :
    Delta MR, digunakan untuk menyambung ( dua loop ) seat harnessSemi Circular MR, digunakan untuk menyambung ( dua loop ) seat harnessOval MR, digunakan untuk menyambung chest ascender dengan delta MR atau semi circular MR
    e. Chest Harness

    Di gunakan untuk mengikat seat harness dengan dada

    f.
      Cows tail

    Di buat dengan tali dinamik yang di simpul; dengan salah satu talinya lebih pendek. Tali yang pendek di gunakan sebagai pengaman / tambatan pengaman. Tali yang panjang di gunakan untuk menghubungkan hand ascender dengan tubuh. Di kedua ujung cowstail tersebut di pasang dua
    karabiner delta non screw
    g. Foot loop

    Di gunakan untuk pijakan kaki dan di hubungkan dengan ascender. Ada beberapa macam bentuk foot loop yang biasa di gunakan.

    2. Team Equipment

    a. 
    Tali
    Tali yang di gunakan harus benar-benar mempunyai kualitas yang baik dan memerlukan perawatan yang baik pula. Jenis tali di bagi menjadi :
    Hawsterlet
    Jenis ini tidak di pakai dalam penelusuran gua vertical. Berbentuk lilitan dari bahan nilon
    Kernmantel
    Di sebut jenis kernmantel karena mempunyai dua bagian yaitu bagian kern ( bagian dalam/inti ) dan mantel ( bagian luar / pembungkusnya ). Untuk vertical caving di gunakan jenis static rope. Kekuatan tali yang di gunakan biasanya harus mengalami uju kekuatan terlebih dahulu.

    b.
     Ladders
    Ladders atau tangga tali biasanya terbuat dari kawat baja atau dari tali dengan diameter tertentu ( lebih kecil dari diameter tali yang di gunakan untuk vertical caving )

    c.
     Tali pita ( Webbing )
    Berbentuk tabung ataupun pipih ( plate ), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alam, deviasi maupun bentuk tambatan lainnya.

    d.
     Padding
    Padding adalah pelindung tali dari gesekan. Biasanya di buat dari bahan terpal yang kuat menerima gesekan

    e.
     Carabiner ( cincin kait )
    Fungsi alat ini sebagai pengait. Carabiner mempunyai beberapa macam bentuk sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Tiap produk carabiner yang ada telah mengalami uji kekuatan dari pabriknya untuk tarikan vertical maupun 
    horizontal.
    Berdasarkan pengamannya, carabiner dibagi menjadi :
    Carabiner Screw Gate, jenis ini mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnyaCarabiner Non Screw Gate, jenis in tidak mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya.

    Berdasarkan bentuknya, 
    carabiner dibagi menjadi :Oval Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya, sisi utuh maupun sisi pintu, mendapat beban yang samaDelta Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintiD Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintu.A Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintu.Hart Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang sama.

    f.
     Pengaman Sisip
    Pengaman sisip adalah peralatan tambahan untuk membuat tambatan. Penggunaan pengaman sisip sangat tergantung pada bentuk bawaan batuannya. Pengaman sisip yang sering di gunakan yaitu :
    Chock Stopper. Jenis ini berbentuk piramida tumpul. Bisa di gunakan untuk celah vertical maupun horizontalHexentrik. Bisa di gunakan untuk celah vertical maupun horizontalFriend. Jenis ini digunakan untuk dibebani secara verticalChock Stone. Jenis ini bekerja seperti pengaman sisip lainnya.
    Bisa terpasang dengan sendirinya ( batu yg terjatuh lalu terjepit pada celah ), maupun sengaja di pasang.
    Jammed Knot. Teknik yang memasang pengaman sisip dengan menggunakan simpul pada webbing.

    g. 
    Paku Pitton
    Adalah salah satu bentuk pengaman tambahan yang berbentuk seperti palu yang di tanamkan pada celahvertical maupun horizontal.

    h. 
    Bolts.
    Pada penelusuran gua vertical, jika kita tidak bisa menemukan natural anchor maupun pemasangan pengaman sisip lainnya, maka satu-satunya pilihan adalah pemasangan bolts (bor tebing)
    i.
     Hanger.
    Peralatan ini adalah pasangan dari bolts. Hanger ini di gunakan untuk menambatkan tali. Bentuk-bentuk yang ada di sesuaikan dengan medan yang ada. Macam hanger yang ada :
    Plate hanger
    Jenis ini di gunakan untuk dinding yang tidak overhang, carabiner yang digunakan adalah carabiner oval. Sisi carabiner harus selalu menempel dinding.
    Twiste hanger
    Jenis ini digunakan untuk dinding overhang maupun untuk roof. Carabiner yang di gunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta.
    Ring hanger
    Jenis ini digunakan untuk dinding overhang maupun dinding lurus. Carabiner yang di gunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta. Juga bisa tanpa carabiner
    Clown hanger
    Jenis ini bisa di gunakan di semua bentuk medan, hanger ini tidak menggunakan carabiner.

    j.
     Driver
    Di gunakan untuk mengebor dinding atau tebing

    k.
     Hammer
    Di gunakan untuk mengetes batuan yang akan di gunakan untuk anchor juga untuk mengebor tebing.

    l.
     Tackle bag
    Tas khusus untuk penelusuran gua, terbuat dari bahan terpal yang tahan gesek.

    m.
     Pulley
    Berbentuk kerekan yang prinsip kerjanya untuk memperingan penarikan beban. Biasanya digunakan untuk rescue.

    Mengenang Sir Edmund Hillary


    Sir Edmund Hillary, sebuah nama yang melegenda dan dikenal banyak kalangan petualang sejati di dunia ini. Seorang pria sederhana yang mampu mendaki Everest pertama kali bersama Sherpa yang juga melegenda, Tenzing Norgay. Juga, beliau yang pertama kali melintasi Antartikamenggunakan traktor. Dialah petualang terbesar di abad 20, yang kini telah wafat dalam usia 88 tahun.

    Kematian 
    Sir Edmund Hillary diumumkan Perdana Menteri New Zealand Helen Clark, Jumat 11 Januari 2008, Demikian dilansir Associated Press. Pria New Zealand bertubuh kurus ini banyak menghabiskan waktunya untuk membantu warga Nepal dan menjadi seorang peternak lebah biasa. Hidup Hillary banyak diisi dengan pencapaian besar, petualangan, penemuan, kegembiraan, dan kerendahan hati.

    Pada 29 Mei 1953 pukul 11.30, 
    Sir Edmund Hillary bersama warga Nepal Tenzing Norgayberhasil menaklukkan puncak Everest pada ketinggian 29,028 kaki di atas permukaan laut. Dia menjadi orang pertama di dunia yang menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendakiberikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

    Keberhasilan 
    Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.

    Dalam sejarah dunia 
    pendakian nama Sir Edmund Hillary ibarat sebuah legenda yang tak pernah mati. Dia lah salah seorang manusia pertama yang menumbuhkan keniscayaan orang untuk mencapai atap dunia di Himalaya. Dalam sejarah dunia pendakian nama Sir Edmund Hillary ibarat sebuah legenda yang tak pernah mati. Dia lah salah seorang manusia pertama yang menumbuhkan keniscayaan orang untuk mencapai atap dunia di Himalaya. Lahir pada tahun 1919 di Auckland Selandia Baru dan tumbuh dewasa juga di daerah tersebut, sejak muda Edmund Hillary telah memiliki ketertarikannya terhadap dunia pendakian gunung. Meskipun di negaranya ia bekerja tak lebih hanya sebagai tukang penjaga lebah madu namun cerita hidupnya kemudian membuktikan bahwa Edmund Hillary telah sukses dengan berbagai pendakian di Selandia Baru, pegunungan Alpen sampai akhirnya ia sampai juga di puncak Himalaya. Dan suatu hal yang sangat fantastis, di Himalaya, ia berhasil bertengger di 11 puncaknya yang berbeda dengan ketinggian rata - rata diatas 20 ribu kaki!

    Dengan prestasi tersebut adalah suatu kewajaran jika dihari kemudian Hillary dijuluki orang sebagai 
    Bapak Pendaki Gunung karena keberhasilannya mencapai beberapa puncak gunung tertinggi di dunia. Antara tahun 1920 - 1952 usaha yang dilakukan oleh beberapa tim ekspedisiternama tercatat gagal mencapai puncak gunung Everest yang terletak antara Tibet dan Nepal. Kegagalan pertama pada tahgun 1924 dialami oleh pendaki kawakan George Leigh-Mallory dimana ia mengalami kecelakaan dalam pendakian tersebut. Tahun 1952 tim pendakian Swissjuga terpaksa harus turun kembali setelah hanya mencapai puncak punggungan selatan, 1000 kaki dibawah puncak utama.
    Sir Edmund Hillary & Sherpa Tenzing Norgay

    Karena keberaniannya dalam tim 
    ekspedisi pendakian Everest ditahun 1951 dan 1952 Edmund ditarik untuk bergabung kembali dengan tim ekspedisi Himalaya yang disponsori The Joint Himalayan Committee of The Alpine Club of Great Britain dan The Royal Geographic Society . Tahun 1953 ia memulai pendakian tersebut bersama para pendaki tangguh dunia lainnya.

    Seluruh anggota tim ekspedisi ini tercatat hanya mencapai puncak selatan. Dua pendaki lainnya memutuskan untuk turun kembali setelah sampai di puncak punggungan selatan. Akhirnya pendaki yang tersisa dan paling siap melanjutkan perjalanan hanyalah Hillary dan seorang
    sherpa , Tenzing Norgay. Tepat pukul 11:30 pagi tanggal 29 May 1953 dua pendaki ini berhasil mencapai puncak Everest dengan ketinggian 29.028 kaki diatas permukaan laut, puncak tertinggi di bumi ini. Keberhasilannya ini membuatnya menerima penghargaan dari ratu Elizabeth II. Edmund berhak atas gelar Sir, gelar yang hanya disandang oleh para pemberani yang berhasil menyumbangkan sesuatu untuk kejayaan kerajaan Inggris.

    Setelah sukses mencapai puncak Everest, antara tahun 1955 - 1958 Sir Edmund Hillary bergabung dengan tim 
    Ekspedisi Trans - Antarctic untuk pendakian didaerah selatanPolandia. Tahun - tahun berikutnya ia bergabung dengan beberapa tim ekspedisi, sampai akhirnya ia mengkonsentrasikan dirinya pada usaha - usaha mensejahterakan masyarakat Nepal. Di negara itu ia membantu program pengembangan sosial masyarakat Nepal, diantaranya membangun klinik pengobatan, rumah sakit, dan 17 sekolah. Untuk memfasilitasi proyek ini dibangunlah 2 lapangan udara. Keberadaan lapangan udara secara langsung berpengaruh juga terhadap perkembangan sektor pariwisata. Saat itu Nepal mulai banyak dikunjungi turis dan para pendaki. Penduduk Nepal yang melihat peluang bisnis mulai membuka hutan dan mendirikan berbagai rumah singgahan untuk turis dan pendaki dilahan bekas hutan tersebut.

    "
    Ketika dibiarkan hal tersebut jelas bisa menimbulkan kerusakan dan keseimbangan lingkungan" kata Edmund dengan sedikit cemas.

    Oleh karena itu 
    Sir Edmund Hillary segera mengambil insiatif menyarakankan agar pemerintah Nepal membuat undang-undang perlindungan hutan dan segera mengumumkan bahwa wilayah sekitar Himalaya adalah termasuk kawasan taman nasional yang harus dijaga kelestariannya. Namun karena faktor kurang pengalaman dibidang tersebut, pemerintah Nepal menolak usulannya. Namun Hillari tidak putus asa dengan menggunakan pengaruhnya di Selandia Baru, dia berhasil menekan pemerintah Selandia Baru untuk mengucurkan bantuan manajerial skill dan dana guna program kelestarian lingkungan hidup tersebut.

    Setelah sukses dengan pendakian dan program sosial hijaunya di Nepal, memasuki masa tuanya Hillary mulai menerbitkan buku - buku catatan pendakian dan perjalanannya. Salah satunya adalah 
    The Ascent of Everest , buku catatan pendakiannya yang di Amerika lebih ngetop dengan The Conguest of Everest . Kemudian pada tahun 1975 bibliografinya yang berjudulNothing Venture, Nothing Win diterbitkan. Tahun 1979 ia kembali menerbitkan buku From The Ocean to The Sky, sebuah catatan perjalanannya menyusuri sungai Gangga di tahun 1977.

    Sayang, keakrabannya terhadap 
    alam ternyata tidak berimbas kepada keharmonisan di dalam keluarganya. Kehidupan keluarga Hillary yang suram akhirnya membuahkan sebuah keputusan menyedihkan; Tahun 1975 perceraian menderanya dan dia terpaksa harus kehilangan anak - istrinya Meskipun ia menikah kembali dan segera memutuskan untuk melanjutkan kembali kehidupannya mengurusi masalah - masalah lingkungan hidup namun tak urung kejadian tersebut membuat dia sempat terluka. Yaa memang terkadang salah satu hasil perjuangan adalah pengorbanan.

    Selamat jalan 
    Sir Edmund Hillary. Semoga semangat dan jiwa pendakianmu menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang yang mengenalmu.